Memaksimalkan Website Desa Untuk Mengembangkan Perekonomian Masyarakat

mengembangkan perekonomian masyarakat

Perkembangan zaman membuat segala sesuatu turut berubah, termasuk kebiasaan dan hal lain yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Internet adalah salah satu bukti bahwa zaman telah berubah. Internet? Ya, tak kasat mata namun nyata. Bukan hal yang aneh bila sekarang orang bisa mengakses internet dengan mudahnya, mulai anak-anak hingga orang tua. Tak melulu melalui laptop atau PC, dengan bermodal ponsel pun sudah bisa untuk menjelajah dunia maya. Tak perlu membahas dampak negatif, berfikir yang positif saja. Kenapa demikian? Tidak kalah dari banyaknya dampak negatif, ada banyak hal positif yang bisa di peroleh dengan adanya kebebasan akses internet.

Dengan mudahnya menyaksikan orang ha-ha-hi-hi sendiri sambil menatap layar ponsel maupun desktop. Segala kemudahan dihadirkan oleh internet. Untuk desa-desa di Indonesia, ketersediaan fasilitas dan kebebasan dalam merencanakan kebutuhan, memaksimalkan keberadaan internet untuk mengembangkan potensi desa dan memasarkan produk lokal desa juga sangat memungkinkan. Hal ini bisa dilakukan melalui bermacam media sosial dan juga dengan mempergunakan website desa.

Iya, desa bisa memandirikan dirinya dengan dukungan internet. Apalagi saat ini sudah ada aturan mengenai Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Pembangunan Kawasan Perdesaan, Pasal 86 UU No. 6 Tahun 2014. Tentu saja keberadaan website desa bisa dijadikan media informasi, transparansi dan hal-hal positif lain tentang desa.

Sudah banyak contoh desa-desa yang sukses mengembangkan potensi melalui media online tersebut. Banyak desa yang bisa mengembangkan perekonomian masyarakat melalui website desa. Tak melulu hanya sekedar memasang berita, tapi bisa lebih dari itu.

mengembangkan perekonomian masyarakat

Ambil contoh Desa Dagan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Melalui www.dagan.desa.id berusaha mengangkat batik tulis buatan pengrajin Desa Dagan agar lebih di kenal luas. Tentu saja dengan harapan bisa mengembangkan perekonomian masyarakat. Melalui media online desa pula dipasarkan beberapa jenis batik yang saat ini juga menjadi bahan pakaian wajib bagi ASN di Kabupaten Purbalingga. Batik tulis motif goa lawa, batik tulis motif lawa kembang, batik tulis motif lawa kuning, batik tulis motif lawa merah adalah jenis batik yang di perkenalkan dan di pasarkan melalui website desa.

Sebut saja memanfaatkan website desa sebagai toko online yang memungkinkan untuk diakses oleh orang di seluruh penjuru dunia. Tak seperti toko konvensional yang terbatas pangsa pasarnya, dengan menggunakan toko dunia maya memungkinkan konsumen di seluruh dunia mengakses dengan dukungan internet.

mengembangkan perekonomian masyarakat

Atau Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, yang mampu meningkatkan perekomomian masyarakat dengan memperkenalkan dan memfasilitasi para pengrajin payung kertas, stik es kirim, tusuk sate, dan hasil karya masyarakat Kalibagor lain melalui website desa. Sejauh ini sudah ada hasil, ada perkembangan positif. Untuk lebih jelasnya produk apa saja yang di jual dan atau hendak berbelanja produk Desa Kalibagor, kunjungi saja www.kalibagor.desa.id.

mengembangkan perekonomian masyarakat

Contoh yang lain adalah website desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas. Segala jenis hasil kerja masyarakat desa dipasarkan, mulai dari hasil kerajinan tangan sampai makanan. Coba kunjungi alamat www.dermaji.desa.id, ada banyak produk masyarakat yang dipasarkan di sana, lengkap dengan harganya. Wayang kulit, aneka makanan ringan, hasil kerajinan tangan, gula merah, gipsum, dan masih banyak lagi barang dagangan yang dipasarkan.

mengembangkan perekonomian masyarakat

Desa Wlahar Wetan pun demikian, seperti yang pernah saya singgung dalam tulisan sebelumnya, desa ini sukses menembangkan pertanian organik dengan metode system of rice intensification (SRI). Hasil pertanian organik ini juga dipasarkan melalui website desa, kunjungi saja www.wlaharwetan.desa.id, akan dijumpai beras organik, beras abang, beras hitam, batu bata, batik, dan beberapa jenis hasil usaha masyarakat Desa Wlahar Wetan lainnya.

Hal ini tentu mengingatkan kita pada toko swalayan yang saat ini mulai menjamur dan menjadi tren di masyarakat. Online shop yang terintegrasi dengan website desa seperti ini memberikan bukti bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan dengan website desa.

Masih banyak contoh lain yang bisa dijadikan gambaran bahwa dengan adanya website desa bisa menjadi media perubahan sosial ekonomi masyarakat. Tentu hal seperti ini yang diharapkan, bukan? Mengembangkan perekonomian mayarakat melalui media online menjadi hal yang harus dilakukan agar tidak tertinggal jauh oleh pasar dan tentu saja untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Mengingat masih sedikitnya desa-desa yang telah memiliki website, tentu harapannya semakin terbuka kesadaran mengenai pentingnya keberadaan website desa. Ingat, website desa adalah media online yang bisa di akses dari seluruh dunia, tak berbatas jarak dan waktu. Jadi, bicara tingkat peluang akan lebih luas, tak hanya pasar lokal saja sasarannya. Apa iya tidak ingin desanya terkenal? Tidak mau kalau produk lokal desa bisa dipasarkan sampai luar negeri? Dan semua bisa. Hal kecil yang kadang dilupakan adalah mengenai usaha, kerja keras dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya. Demikianlah.

4 Comment

  1. Menggunakan internet untuk produk desa butuh kerja keras. Utamanya pada optimasi SEO. Nah, peran blogger saya kira cukup strategis untuk memberi kontribusi bagi masing-masing desa. Tambah lagi kang? Melung.desa.id.

    1. Meski tak mudah, tapi kalau orang sudah tahu mengenai produk desa, dan puas, besar kemungkinan akan lebih mudah memasarkan dari mulut ke mulut. Karena SEO belum bisa menjamin, dan tentu akan lebih mahal untuk bayar jasanya… hehe…

  2. Sebuah langkah terpuji Mas Sukadi semoga mendapatan balasan yang lebih baik. Perekonomian desa memang perlu sekali dibantu dalam pemasaran online mas, tapi di desa itu harus sudah ada jaringan internet lho mas..hehe…

    1. Butuh kerjasama semua fihak untuk memajukan desa, tapi kendala yang ada saat ini adalah keterbatasan jaringan internet di desa-desa.

Leave a Reply