Menggali Dan Mengembangkan Potensi Desa

mengembangkan potensi desa

Saya percaya bahwa setiap desa memiliki potensi yang bisa di garap untuk dijadikan sebagai aset desa. Apa pun wujudnya, bila dikerjakan dengan serius bisa menjadi “sesuatu”.

Pernah suatu ketika saya mendengar penuturan dari salah seorang penggiat IT dari Purwokerto. Saat Juguran 4 tahun domain desa.id di Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, 6 Mei 2017 yang lalu. Sekilas beliau bercerita mengenai Desa Wlahar Wetan, Banyumas, yang awal mula ingin mengubah “nasib” ke arah yang lebih baik.

Sambil berseloroh beliau menceritakan kalau dulunya saat penggalian potensi desa tidak ada yang bisa dikembangkan, yang ada hanya “masalah”. Tentu saja masalah disini bukan berarti masalah dalam konotasi negatif, tapi memang kondisi desa yang ada dalam kondisi tidak mennguntungkan, khususnya bidang pertanian.

Nah, ternyata masalah yang ada di Wlahar Wetan inilah yang akhirnya dijadikan potensi untuk dikembangkan. Perlu di ketahui, air menjadi permasalahan utama bagi petani, karena sistem pertanian menggunakan sumber air tadah hujan. Masih beruntung petani bisa panen dua kali dalam setahun, meski pun para petani sering tak memperoleh keuntungan dari hasil tanaman mereka.

Penyebab minimnya keuntungan para petani dikarenakan tingginya biaya tanam setiap musimnya. Belum lagi harga jual yang tidak mendukung ketika panen. Minimnya dukungan dari pemerintah juga turut mempengaruhi. Berawal dari permasalahan-permasalahan itulah akhirnya atas prakarsa Kepala Desa dan melalui rembug bersama kelompok tani, mereka cari solusi untuk mewujudkan mimpi desa mandiri pangan organik, termasuk pupuk juga.

Akhirnya ditemukanlah solusi, dimana metode pertanian system of rice intensification (SRI) mulai diterapkan di Wlahar Wetan. Dengan metode ini kesuburan tanah bisa kembali, setelah berpuluh tahun tanah pertanian di kelola dengan metode konvensional yang mengandalkan bahan kimia. Dengan metode SRI bisa mengembalikan ekologi tanah menjadi subur, sehingga produktivitas pertanian menjadi lebih baik. Penerapan metode SRI tidak harus di lahan yang ketersediaan airnya melimpah saja, akan tetapi bisa juga untuk pertanian dengan pemanfaatan air terbatas.

Singkat kata, Desa Wlahar Wetan sekarang sukses menerapkan metode ini. Pertanian organik menjadi andalan dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani khususnya dan masyarakat Wlahar Wetan pada umumnya. Bukan itu saja, masih banyak cerita lain dari keterbatasan potensi yang akhirnya bisa digali menjadi sebuah keunggulan bagi desa Wlahar Wetan.

Bisa baca lebih lengkap mengenai cerita ini, kisah sukses desa Wlahar Wetan dalam proses perubahan lewat tulisan di tautan berikut: Mongabay.co.id

——- 000 ——-

Cerita lain dari keberhasilan sebuah desa dalam menggali potensi dan mengembangkannya tentu ada banyak. Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten mampu memanfaatkan dan mengelola bekas pemandian tua yang tidak terurus menjadi destinasi wisata di Klaten. Obyek yang terkenal adalah Umbul Ponggok. Tidak main-main, pendapatan dalam setahun bisa mencapai 6,5 miliar, dan keuntungan bersih mencapai 3 miliar.  (Sumber: Kompas)

Sayangnya tidak semua desa punya kemauan untuk itu. Masih mudah ditemui desa-desa yang merasa puas dengan apa yang ada. Dalam merencanakan pembangunan pun masih banyak yang terfokus pada kegiatan fisik. Memang tidak bisa disalahkan, tidak keliru bila memang itu adalah kendala dan dengan mengatasinya bisa membuat masyarakat sejahtera. Namun, alangkah baiknya bila perencanaan bisa menyeluruh, dari segala aspek.

Tentu mendengar desa-desa yang berhasil mengembangkan potensi bisa membuat iri (atau tidak?). Membaca kabar soal pendapatan desa yang satu tahun bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah bisa membuat kepingin. Tapi, bila semua tidak dimulai dengan menemukenali masalah dan potensi serta menjadikannya sebagai visi bersama tentu hanya akan menjadikan keinginan mengambang di awang-awang. Semua bisa, selama ada kemauan, apalagi sekarang sudah ada dukungan dana desa yang nilainya ratusan juta rupiah.

Maaf, barangkali apa yang saya sampaikan terlalu muluk-muluk, akan tetapi semua berdasarkan fakta. Semua kembali pada pilihan, berubah atau menjadi apa adanya. Adanya apa? Potensi yang perlu di gali!.
Merdesa!

7 Comment

  1. Berbicara potensi desa, sejatinya setiap pojok desa dan apa2 yang ada di dalamnya adalah potensi. Tinggal kerbersamaan bergotong royonglah yang dapat mensukseskan sebuah desa.

    1. Sepakat. Tapi, terkadang kendala utamanya adalah mencari motor penggerak, dimana potensi yang ada tidak bisa di kelola dengan baik karena tidak ada yang peduli. Butuh kerjasama semua fihak guna menggali dan mengembangkan potensi yang ada.

  2. Terimakasih atas apresiasinya Sukadi Brotoadmojo 🙏, berbicara sukses ukurannya ada pada kemandirian desa dan masyarkatnya berani bermimpi mengembangkan dan menguatkan potensi desa untuk menggapai peningkatan ekonomi untuk kelanjutan kehidupan masyarakat, bahwa konsep atau metode adalah jalan, butuk kemauan keras untuk menggali dan berjejaring dalam kerjasama multi pihak, bahwa hasil yang akan dihitung dan mungkin ingin dicapai adalah sebuah bonus, yang utama adalah masyarakat dan pemerintahannya berani saling bahu-membahu untuk membangun bersama.

    1. Sama-sama, terimakasih banyak untuk inspirasinya. Butuh kemauan dan kerjasama dari semua fihak untuk mewujudkan kemandirian desa, sebagaimana sudah di contohkan oleh Desa Wlahar Wetan. Butuh keberanian untuk bermimpi, dan perlu kerja keras dan kerja sama untuk dapat mewujudkan mimpi tersebut.

  3. Sebenarnya, kalaupun tidak ada potensi, maka Desa dapat saja membuat potensi. Yang terpenting adalah ada sinergi antara Pemdesa dan masyarakat dalam konteks ide dan gagasan. Ini pula yang diterpkan Desa Dermaji.

    1. Desa harus berani keluar dari zona nyaman, mencoba hal-hal baru dan berani untuk berubah. Banyak contoh desa yang berhasil menggali potensi dan mengembangkannya menjadi wujud nyata pembangunan guna meningkatkan kesehateraan masyarakat. Butuh sinergi dari semua fihak untuk mewujudkan kemandirian desa.

  4. […] fasilitas dan kebebasan dalam merencanakan kebutuhan, memaksimalkan keberadaan internet untuk mengembangkan potensi desa dan memasarkan produk lokal desa juga sangat memungkinkan. Hal ini bisa dilakukan melalui bermacam […]

Leave a Reply