Tracking di Palumbungan Wetan, Menikmati Keindahan Alam

tracking di palumbungan wetan

Pagi-pagi sekali sudah hujan, nampaknya cuaca bakal tak bersahabat seharian. Pukul 08.00 WIB masih saja mendung bergelantung, ada kekhawatiran bakal seperti ini terus cuacanya.

Sebenarnya tidak ada masalah, sudah biasa dengan cuaca seperti ini, beberapa minggu sudah musim hujan datang di tempat kami, karakteristik desa kami, Desa Palumbungan Wetan, ketika musim penghujan memang seperti ini.

Hal yang sedikit membuat resah adalah adanya rencana untuk menghantar Karang Taruna Kecamatan Bobotsari dan Pendamping Desa untuk tracking di tempat kami, di hari minggu kali ini.

*********

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WIB, tapi tidak ada tanda-tanda acara jadi. Sebelumnya sudah ada rencana akan tiba di Palumbungan Wetan, kurang lebih pukul 09.00 WIB. Saya dan dua orang anggota KPMD lain sudah bersiap. Bagaimana pun juga ini kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan potensi wisata di desa kami kepada orang luar. Sekaligus kesempatan bagi saya untuk bisa mempelajari dan mengenal lebih luas kondisi desa.

Belum lama saya duduk menunggu di rumah koordinator KPMD, tiba-tiba ada panggilan masuk ke HP saya. Ya, nomor baru, saya belum menyimpan nomor kontak tersebut. Tapi, saya sudah menduga pasti ini dari salah satu peserta tracking yang akan kami dampingi. Benar saja, setelah saya angkat ada suara seorang perempuan, saya tidak asing, Mbak Diah, fasilitator pendamping desa kami yang menelepon dari jalan arah rute yang akan kami tuju. Rupanya mereka sudah disana.

Bergegas saya dan seorang teman menuju lokasi yang ditunjukkan. Enam orang sudah menunggu, dengan sedikit basa-basi lalu kami berjalan sambil menunggu seorang teman yang akan menyusul. Cuaca mulai bersahabat, nampak sinar matahari menerobos rimbun dedaunan di kanan kiri jalan yang kami lalui.

Bagi kami suasana ini nampak biasa, karena sudah berulang kali menjamah tempat ini. Walau pun secara pribadi tetap saja saya ikut kagum, maklum saja, saya tidak lahir dan besar disini.

Ditempat yang di rasa mendapatkan view indah kami berhenti. Melihat alam dan memetakan potensi yang ada. Ya, sebenarnya sudah sejak lama kami menggambarkan akan di olah seperti apa tempat ini. Tapi kami tetap terbuka untuk setiap masukan dari fihak luar.

Dari kejauhan seorang teman sudah berjalan mendekat. Ya, koordinator KPMD yang juga bertindak sebagai penunjuk jalan dalam tracking kali ini. Sempat beberapa waktu ngobrol, membicarakan tujuan dalam jalan-jalan kali ini, dan disepakatilah ke Pertapan Tunggul Wulung. Secara akses, memang lebih mudah bila melalui rute dari Desa Limbasari, tapi bukan berarti tidak bisa lewat Palumbungan Wetan. Menurut cerita, dahulu memang ada jalan setapak menuju lokasi, tapi karena lama tidak digunakan akhirnya tertutup semak belukar.

Belum setengah perjalanan, nampak Mbak Diah sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya perjalanan menuju pertapan dibatalkan. Sampai diperbatasan saja. Daripada pulang hampa, susur sungai jadi tujuan berikutnya. Tak kalah indah, jernih air dengan bebatuan yang nampak jelas membuat perjalanan menyenangkan. Belum lagi hijau pepohonan di sekitar sungai nampak memanjakan mata.

tracking di palumbungan wetan

Adzan dzuhur terdengar dari perkampungan yang tak jauh dari sungai, tak lama lagi kami sampai tujuan akhir. Turap dan jalan setapak yang masih dalam proses pengerjaan menjadi penanda kalau tracking hari itu akan selesai. Ya, turap dibuat diseberang sungai sebagai penahan agar jalan tidak longsor, kebetulan jalan tersebut juga sedang dikerjakan perkerasannya. Kurang lebih pukul 12.00 WIB, kami menginjakkan kaki di jalan utama desa, perjalanan kami lanjutkan menuju rumah Pak Kades, dimana motor di titipkan disana.

Ada rasa kurang puas, karena perjalanan kali ini tidak sampai ketempat yang kami tuju. Meskipun demikian, menikmati keindahan alam yang tersaji di Palumbungan Wetan juga tak kalah menyenangkan. Desa Palumbungan Wetan memang menyimpan banyak potensi keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan. Meskipun pada saat ini semua belum terkelola dengan maksimal, tapi sudah ada gambaran kedepan akan dikelola dengan baik, sukur bisa teralisasi menjadi tempat wisata yang bisa dinikmati orang banyak. Sebagai salah satu bentuk keseriusan, tahun 2017 ini sudah mulai dibuka akses jalan yang membelah hutan sepanjang 1,4 KM. Segudang rencana sudah tergambar, tinggal menunggu keseriusan saja untuk merealisasikan mimpi menjadikan Palumbungan Wetan sebagai tempat wisata.

Apa yang saya tuliskan ini hanyalah sekedar cerita, tak sepenuhnya bisa menggambarkan bagaimana Palumbungan Wetan sesungguhnya. Apalagi, kurang pandai saya bercerita dan menuangkan dalam tulisan. Sejatinya semua lebih indah dari yang tertuliskan, datanglah, bisa nanti kita ngopi dan membuktikan apa yang ada dalam cerita. Jadi, kapan kamu mau tracking di Palumbungan Wetan?

 

Leave a Reply